SMP Islam Prestasi Al Mubtadi-ien: Sekolahnya para Pemimpin Masa Depan ala pesantren yang berbasis Multiple Inteligence di Karangmojo, Trirenggo, Bantul, DIY

Unordered List

Kamis, 18 Januari 2018

Perkembangan Teori Kecerdasan: Hal Penting yang harus diketahui semua sekolah

Ungkapan kakek eisntein tentang kecerdasan
Cerdas, kata yang sering diucapkan semua orang untuk mendefinisikan orang yang pintar dan pandai. Saya jga sering sekali membaca kata cerdas dalam slogan atau visi sekolah-sekolah sekarang, namun pertanyaan yang sesungguhnya adalah siapakah yang dianggap cerdas? bagaimana definisi cerdas secara utuh? Coba silahkan dijawab dalam hati siapa yang lebih cerdas antara BJ Habibie dan Chris John? antara Einstein dan Lionel Mesi? antara JK. Rowling dan Jusuf Kala? antara Gus Dur atau Gita Gutawa? Tebakan anda mengenai orang cerdas sangat bergantung pada dasar pemahaman anda mengenai kecerdasan. Kebanyakan orang-orang Indonesia masih menilai orang yang cerdas adalah orang yang Ranking 1, pelajaran sains dapat 9, matematika dapat 10, sedangkan siswa yang berprestasi di bidang menggambar, menyanyi, berpidato, baik hati, suka menolong, dan sebagainya kurang disoroti dan tetap dianggap anak bodoh jika nilainya buruk. Untuk mengenal lebih jauh mengenai dunia kecerdasan mari tengok tulisan dibawah ini, agar pandangan kita mengenai cerdas lebih luas.

Inteligent Quotient (IQ) - 1905

Banyak ilmuan yang telah mengemukakan tentang teori teori kecerdasan. Salah satunya adalah Alfred Binet yang mengutarakan bahwa seseorang bisa dianggap cerdas kalau orang tersebut telah berhasil melalui tes matematis logis dan verbal yang disebut tes IQ. Kemudian hasil tes yang dicapai dirumuskan dalam angka mulai dari sekitar 0-200. Dan orang yang dibawah 80 dianggap mempunyai keterbelakangan mental, sedangkan orang yang nilainya diatas 140 dianggap cerdas IQ-nya. Pada awalnya sebenarnya tes ini adalah permintaan pemerintah kala itu karena banyak kaum buruh yang duduk di kursi pemerintahan, padahal pemerintah kala itu menginginkan yang duduk di atas hanyalah orang-orang yang bisa diajak "kompromi" saja, jadi pemerintah memerintahkan kepada Binet untuk membuat semacam tes kecerdasan yang nantinya akan menggeser kaum buruh dari kursi pemerintahan. Dan akhirnya memang benar terjadi adanya, para kaum buruh tidak bisa lolos tes IQ karena memang tidak pernah mendalami materi mengenai logis dan matematis. Pengertian ini lama bertahannya, bahkan hingga saat ini banyak ilmuan yang masih memakainya untuk patokan kecerdasan. Tes-tes IQ pun masih sering terdengar di telinga kita. Namun doktrin ini sebenarnya sangat menyempitkan kecerdasan seseorang, karena aspek yang dinilai hanyalah kemampuan logika dan verbalnya saja. Sedangkan orang yang pandai musik, gambar, olahraga ataupun orang yang sopan sekalipun tidak dianggap cerdas kalau hasil tes IQ-nya rendah. Apakah kita berpikiran sama dengan pemerintah Eropa kala itu, dengan membuang anak-anak yang tidak lolos tes IQ untuk tidak belajar ke sekolah kita?

Multiple Inteligent (MI) - 1983

Baru pada akhir abad ke-20 muncullah kecerdasan yang bisa mencakup hampir semua potensi manusia. Gagasan ini dipelopori oleh Howard Gardner yang awalnya hanya mencetuskan 8 kecerdasan (Spasial-visual, Lingusitik bahasa, Interpersonal, Musik, Naturalis, Body kinestetis, Interpersonal, Logis matematis: disingkat dengan akronim SLIM n BIL). Hingga sampai saat ini Gardner mencetuskan kecerdasan yang ke 9 yaitu kecerdasan eksistensial. Konsep yang diusung dari teori ini adalah meyakini bahwa semua anak adalah cerdas dan juara dibidangnya masing-masing. Tidak ada anak yang bodoh, yang ada hanya anak yang belum mencapai kondisi terbaiknya berdasarkan kecenderungan kecerdasan yang dimilikinya. Walaupun nama setiap kecerdasan ada yang mirip dengan mata pelajaran, namun sebenarnya ini hanyalah kecenderungan kecerdasan yang nantinya bisa dijadikan pintu masuk yang paling ideal waktu pelajaran. Dalam teori kecerdasan ini, paradigma kecerdasan sudah mulai lebih meluas hingga setiap orang bisa dikatakan cerdas walaupun hasil tes IQ-nya kurang tinggi. Namun konsep ini masih belum diterima secara luas oleh masyarakat Indonesia. Walaupun tidak bisa dilepaskan dari angka-angka statistik, namun pendidikan Indonesia sekarang sudah menuju pendidikan yang menghargai semua jenis kecerdasan. Adanya penilaian otentik (dengan 3 ranah kognitif, afektif dan psikomotorik), pembelajaran aktif berbasis siswa dan UNBK yang bukan lagi menjadi syarat kelulusan tapi hanya sebagai standarisasi dan pemerataan pendidikan secara nasional. Semoga semakin dewasa pendidikan Indonesia semakin memanusiakan manusia yang sedang belajar di negerinya.

Emotional Quotient (EQ) - 1995

Keberanian Howard Gardner dalam mencetuskan kecerdasan jamak memicu ilmuan lain untuk ikut menyumbangkan fikirannya di khazanah perkembangan kecerdasan. Kecerdasan selanjutnya dicetuskan oleh Daniel Goleman yang menitikberatkan kepada kecerdasan Emosi. Goleman menganggap cerdas orang yang cerdas mengelola emosinya mulai dari mengenali emosi diri, mengelola emosi, motivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati), dan membina hubungan dengan orang lain. Dengan teori ini juga sedikit mengkutip penjelasan dari teori afektifnya Bloom. Orang yang cerdas adalah orang yang pandai mengelola emosinya dan mempunyai sikap yang baik dan santun. Cerdas bukan lagi soal nilai, tapi orang yang cerdas adalah soal sikap ke pribadi dan orang lain. Adanya kecerdasan ini akan mengakomodasi siswa-siswa yang selalu sopan terhadap guru, santun terhadap orang tua dan berbaik hati terhadap sesama. Sekolah hendaknya menanamkan kecerdasan emosi baik secara tersirat maupun tersurat kepada seluruh siswanya. Pembelajaran di kelas akan lebih bermakna jika disisipkan nilai-nilai kehidupan yang bermakna, sehingga murid-murid akan terdoktrin dengan sikap pengendalian emosi yang baik.

Adversity Quotient (AQ) - 1995

Ditahun yang sama Paul Stoltz mengemukakan orang yang cerdas adalah orang yang pandai memecahkan masalah yang diahadapinya setiap hari. Dia yang bisa mengkontrol masalah yang ada, kemudian bisa mengakui permasalahannya (tidak melempar tanggung jawab), kemudian dapat menjangkau masalahnya sehingga masalahnya tidak meluas ke bagian yang lain yang tidak ada relasinya. Kemudian setelah menyelesaikan masalah orang yang cerdas mempunyai daya tahan yang kuat untuk tidak mempunyai masalah yang sama lagi. Orang yang cerdas adalah orang yang mempuanyai kemampuan problem solving yang tinggi. Setiap orang memang pasti mempunyai masalah, tapi orang yang cerdas adalah orang yang bisa menghadapi masalah yang dihadapinya. Sekolah bisa mengadopsi pengembangan kecerdasan menurut teori ini dengan menjadikan pembelajarannya menggunakan strategi pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) atau pembelajaran berbasis proyek (project based learning). Pembelajaran di sekolah hendaknya tidak hanya berkutat masalah teori semata, tapi pembelajaran yang lebih pragmatis atau digunakan di dalam kehidupan bermasyarakat akan lebih bermakna dan mengasyikkan.

Sprititual Quotient (SQ) - 2000

Diawal abad ke-21 Ian Marshal mengemukakan bahwa orang yang cerdas adalah orang yang mempunyai perangkat internal diri dengan kemampuan dan kepekaan dalam menemukan makna dibalik masalah serta kenyataan yang dihadapi manusia. Pencerahan batin yang dikaitkan dengan jati dini manusia. Orang yang cerdas adalah orang yang mempunyai ikatan batin spritual yang tinggi dengan Tuhannya.
Teori kecerdasan yang biasanya dianut oleh pondok pesantren thoriqoh atau tasawuf yang memang tujuannya fokus untuk meningkatkan pribadi santri-santrinya lebih dekat dengan sang Kuasa. Semakin dekat para Kyai dan santri dengan Sang Pencipta maka akan semakin cerdas mereka secara spiritual. Hal ini jarang disentuh oleh kebanyakan sekolah, karena banyak yang mengira bukan wilayahnya. Namun hendaknya sekolah juga ikut menyumbangkan waktunya untuk membina anak didiknya untuk senantiasa mendekatkan diri ke Yang Maha Esa agar dapat mengimbangi pembelajaran umum di sekolah.


SMP Islam Prestasi Al Mubtadi-ien bukanlah sekolah yang menerapkan semua jenis kecerdasan diatas, melainkan hanyalah Multiple Inteligences. Namun didalamnya sudah termuat semua jenis kecerdasan karena memang jenis kecerdasan yang paling lengkap. Bagaimana tidak, didalamnya ada kecerdasan visual spasial, logis matematis serta linguistik yang diyakini oleh IQ. Selain itu ada juga kecerdasan intrapersonal dan interpersonal yang akan mencerdaskan secara emosinal. Kemudian orang yang cerdas memecahkan masalah adalah orang yang cerdas secara logika, interpersonal serta intrapersonal. Kecerdasan ekstensial serta intrapersonal akan mendekatkan antara siswa dan Tuhannya sehingga bisa cerdas secara spiritual.
Sekolah yang menggunakan pendekatan kecerdasan multiple inteligences adalah sekolah yang memilih paket lengkap untuk meningkatkan kecerdasan peserta didiknya melalui pembelajaran keseharian, bukan hanya program yang dijalankan setiap semester sekali.

Share:

Rabu, 17 Januari 2018

SMP Islam Prestasi Al Mubtadi-ien: Sekolahnya para Pemimpin Masa Depan ala pesantren yang berbasis Multiple Inteligence

Selamat Datang di Sekolah Pemimpin Masa Depan

Pemimpin yang sesungguhnya membutuhkan nilai-nilai kehidupan yang harus diimplementasikan kepada dirinya, lingkungannya, keluarganya serta rekan kerjanya. Nilai kebaikan yang dilakukannya akan memancarkan aura positif kepada semua orang yang ditemuinya sehingga menjadikannya pemimpin yang berwibawa, disegani dan bertanggung jawab. Semua hal ini bisa diperoleh di sekolah ini dengan penanaman nilai-nilai pendidikan karakter baik yang disampaikan secara tersurat maupun tersirat pada saat pembelajaran serta beberapa kegiatan sekolah. Nilai-nilai pendidikan karakter yang disampaikan berasaskan pendidikan menghidupkan nilai-nilai (Living Values Educaion - LVE) yang mempunyai 12 nilai-nilai untuk menjadi pemimpin yang ideal, diantaranya adalah Kedamaian, Penghargaan, Kasih Sayang, Toleransi, Kejujuran, Kerendahan Hati, Kerja Sama, Kebahagiaan, Tanggung Jawab, Kesederhanaan, Kebebasan, dan Persatuan. Penanaman nilai-nilai tersebut sangatlah penting untuk kepentingan pendidikan anak didik di kemudian hari.
"Dulunya saya berpikir kepemimpinan adalah masalah otot, Namun sekarang pemimpin harus hidup bersama orang-orang"
- Mahatma Gandhi (pelopor perdamaian asal India) -

Perpaduan Sekolah dan Pesantren

SMP Islam Prestasi Al Mubtadi-ien adalah sekolah yang terletak di wilayah Desa Karangmojo, Trirenggo, Bantul, D.I.Yogyakarta. Awalnya sekolah ini lahir pada tahun 2010 dari rahim Yayasan Muhammad Idris yang juga membahawi Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien/aat serta SDIT Samawi.Layaknya buah yang jatuh tidak jauh dari pohonnya, SMP IP A juga memuat pendidikan agama ala pondok pesantren. Dibuktikan dengan adanya sorogan Al Quran pagi dengan metode ala pondok pesantren klasik yang memang sudah dikenal dengan ketepatan dalam hal makhorijul huruf, tajwid serta bacaan tartilnya. Selain itu sebelum pulang dilaksanakan juga Madrasah Diniyah Takmiliah untuk mengkaji pelajaran agama Islam berbasis kitab-kitab salaf ala pondok pesantren, adapun kajian yang diunggulkan adalah Aqidah, Akhlaq, Tarikh, Fiqh, Tajwid, serta Hadist.. Setiap hari Rabu setelah shalat dhuhur diadakan mujahadah untuk memperkuat semangat peserta didik serta memanjatkan doa kepada Sang Kuasa agar senantiasa diberi keselamatan dan keberkahan dalam hidup. Kombinasi antara pendidikan umum di sekolah dengan pendidikan ala pesantren akan menjadi nilai tambah bagi peserta didik di era sekarang ini.
"Ojo nganti anakmu sekolah tapi ora ngerti agama (Islam)"- Alm. KH. Muchtarom Idris (pendiri Yayasan Muhammad Idris, Penggagas SMP IP A) -

Menghargai Setiap Kecerdasan melalui Multiple Inteligences

secara umum multiple inteligences (kecerdasan jamak) terdiri dari 9 macam kecerdasan, yaitu visual-spasial, bahasa atau linguistik, kinestetik atau gerakan, musik, logis dan matematis, naturalis atau kealaman, interpersonal atau bersosial, intrapersonal atau pemahaman diri, ekstensialis atau pemahaman tentang Ketuhanan. Sekolah ini menghargai semua kecerdasan yang ada di dalam diri peserta didik, jadi tidak ada anak yang bodoh maupun tidak bisa menerima pembelajaran. Setiap jenis kecenderungan kecerdasan murid bukanlah sebuah ramalan profesi ataupun mata pelajaran favorit siswa sehingga yang lain tidak dianggap. Justru setiap kecerdasan peserta didik adalah pintu masuk bagi guru untuk memberikan pembelajarannya secara variatif dan menarik. Setiap anak mempunyai gaya belajar masing-masing yang harus dicocokan dengan gaya mengajar gurunya. Jadi, pembelajaran matematika melulu soal menghitung angka dan menghafalkan rumus tanpa ada tujuannya, melainkan menjadi pembelajaran yang mengasyikkan dengan mengukur dan menganalisis angka di kehidupan sehari-hari sehingga pembelajaran matematika menjadi lebih bermakna dan mengasyikkan; Begitu juga pelajaran lainnya. Dengan menghargai setiap kecerdasan yang ada pada diri setiap peserta didik akan mempercepat mereka menemukan kondisi terbaiknya.
"Bukan seberapa anda cerdas, melainkan bagaimana anda menjadi cerdas"
- Howard Garner (Pencetus Multiple Inteligences) -

SMP Islam Prestasi Al Mubtadi-ien adalah sekolah yang menggabungkan ketiga aspek diatas, sehingga menjadikan sekolah yang akan mencetak pemimpin masa depan dengan kombinasi pembelajaran ala pesantren yang berbasiskan kecerdasan jamak. Harapannya semua peserta didik yang sudah lulus dari sini mempunyai nilai-nilai karakter seorang pemimpin berasaskan LVE, dan juga pandai mengaji kajian agama Islam baik dari segi akhlaknya, Al Qurannya maupun kognitifnya. Akhirnya mereka menemukan kondisi terbaiknya melalui kecerdasan jamak, jadi akan sangat berguna pada saat ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Mari Ikut bergabung dengan keluarga besar Pasukan Prestasi.
Share:

Rabu, 10 Januari 2018

Silaturahim Wakil Bupati Bantul: Wujud Kepedulian Terhadap Pendidikan Berbasis Islam


Tepat pukul 14.00 WIB Wakil Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih beserta seluruh rombongannya terutama pada bidang pendidikan sudah sampai di Aula PCNU Bantul. Peserta silaturahim ini terdiri dari semua wakil dari MWC NU dan Kepala sekolah/ madrasah tingkat SD dan SMP sederajat yang berada dibawah naungan NU di seluruh kabupaten Bantul. Dalam hal ini yayasan Muhammad Idris mengirimkan dua kepala sekolah sebagai perwakilan yaitu Bapak Ahlan sebagai kepala SDIT Samawi dan Bapak Siddicq sebagai kepala SMP IP Al Mubtadi-ien.

Mengapa Wakil Bupati Silaturahim ke Bidang Pendidikan?

Berdasarkan hasil riset yang dibawakan oleh bapak WaBup masalah pendidikan di Bantul diantaranya adalah kerasnya kehidupan remaja kini, sehingga mengakibatkan banyak remaja yang menenggak miras atau oplosan, mengkonsumsi narkoba, tawuran hingga melakukan pergaulan bebas tanpa kendali. Hal ini tentu sangat meresahkan masyarakat apalagi mereka adalah anak-anak usia sekolah. Kemudian prestasi anak-anak Bantul juga masih terbilang stagnan bahkan turun, secara peringkat DIY Bantul berada pada level tengah-tengah dibawah Kota Yogyakarta dan Kab. Sleman. Sedangkan sampai saat ini prestasi akademik masih menjadi tolak ukur kemajuan daerah.
Selain itu banyak sekali orang tua yang kurang perhatian ke anaknya sendiri, bahkan saat bapak WaBup melakukan survey kecil 4 dari 10 orang tua di Bantul tidak mengetahui anaknya sekarang kelas berapa. Dukungan belajar dari orang tua juga terbilang kurang karena banyak orang tua yang belum bisa membimbing anaknya menuju kondisi maksimalnya. Guru juga menjadi komponen penting dalam pendidikan, bisa jadi para siswa tidak memahami materi di kelas bukan karena siswanya yang tidak bisa menangkap namun disebabkan gurunya yang kurang bisa menyampaikan dan memahamkan para siswanya. Pembelajaran yang masih konservatif berupa ceramah terus akan membuat siswa bosan, oleh karenanya dibutuhkan peningkatan kualitas mengajar guru.

Solusi yang diprogramkan

Setelah melihat dan menimbang berbagai masalah yang dihadapi di wilayah Bantul serta melihat tujuan pendidikan Bantul adalah untuk membentuk siswa yang Cerdas, Berakhlak Mulia dan Cinta Negara Indonesia. Maka pemerintah Bantul sepakat untuk meningkatkan mutu akademik beserta anggaran untuk Pendidikan dasar dan menengah di wilayah Bantul. Adapun kebijakan program yang di usulkan adalah sebagai berikut:

Peningkatan peran orang tua siswa

orangtua adalah hal yang paling krusial dalam perkembangan anak, karena orang tua memiliki peran yang paling banyak dalam hal pendidikan karakter anak. Ingin menjadi apa anaknya kelak sangat tergantung pada kepedulian dan pengarahan orang tua, anak hanya mengikut saja sewaktu umur-umur sekolah seperti ini. Jadi, sehebat apapun sekolahnya, sekreatif apapun gurunya tapi kalau orang tuanya tidak mendukung ya sama saja. Dukungan yang diberikan bisa jadi dukungan moral, motivasi, pendampingan, maupun materiil. Dengan mengadakan pertemuan rutin antara pihak sekolah dan orang tua murid paling tidak akan mengharmoniskan hubungannya. Selain itu juga akan menyadarkan para orangtua akan tingkah laku anak-anaknya di sekolah setiap hari. Pendidikan yang bagus adalah pendidikan yang terjadi komunikasi yang baik antara guru ke siswa, siswa ke guru, guru ke orang tua dan orang tua ke guru serta anak ke orang tuanya dan orangt tua ke anaknya.


Perbaikan metodologi mengajar guru

Guru merupakan ujung tombak pendidikan yang menjadi penentu proses utama di sekolah berjalan dengan lancar atau tidak. Jika gurunya saja gagal dalam mencontohkan perilaku yang teladan, jangan berharap muridnya bisa menurut dengan perkataan gurunya. Jika gurunya saja tidak bisa menyampaikan pelajaran dengan baik dan benar maka jangan salahkan muridnya kalau kurang berprestasi. Pelatihan-pelatihan cara mengajar guru akan mendongkrak kualitas mengajar guru secara berkala. selain itu guru juga hendaknya dibekali pengetahuan-pengetahuan dasar mengenai manajemen kelas, strategi pembelajaran aktif serta beberapa teori kecerdasan terbaru.

Perhatian khusus untuk anak yang tertinggal

Biasanya yang diperhatikan guru-guru adalah anak-anak yang pandai saja, padahal jika sudah pandai dan mahir sebenarnya tidak terlalu membutuhkan bantuan yang lebih. justru malah anak-anak yang tertinggal malah dicuekin para guru-guru, anak-anak yang sebenarnya butuh perhatian lebih. Dengan adanya les tambahan atau matrikulasi mandiri dengan berbagai cara yang lebih kreatif akan membuat siswa yang masih kurang paham bisa setara pemahamannya dengan yang lain. Akhirnya pemahaman semua peserta didik merata, tidak ada yang terlalu pintar dan terlalu tertinggal.

Penambahan anggaran untuk pendidikan

walaupun tidak terbukti secara ilmiah bahwa penambahan insentif untuk guru tidak menambah kekreatifan dalam mengajar, namun tetap akan berbanding lurus dengan kesejahteraan yang didapatkan para GTT dan PTT. "walaupun bertahap, tapi tahun ini pasti akan naik" kata pak WaBup dengan jelas pada saat memberikan pidatonya. selain insentif, penambahan juga terjadi pada BOP (Biaya Operasional Pendidikan). Walaupun memang tidak mempunyai efek yang langsung terhadap kualitas pembelajaran. Namun kesejahteraan guru juga menjadi hal penting saat proses pembelajaran berlangsung. Selain itu dengan adanya penambahan anggaran operasional sekolah juga akan meningkatkan jumlah dan kualitas sarana dan prasarana di sekolah sebagai wujud dari pembelajaran yang aktif dan memanusiakan. Untuk dana pendidikan tahun 2018 direncanakan sebesar 35% dari total belanja daerah 2,1 T di kabupaten Bantul. 


Semoga prgram-program ini bisa membantu peningkatan kualitas sekolah semakin baik. Marilah wujud kepedulian WaPub ini kita realisasikan dalam bentuk nyata yaitu dengan prestasi-prestasi akademik yang dapat bersaing di tingkat DIY, Indonesia serta Internasional.
Share:

Selasa, 09 Januari 2018

Achmad Siddicq: Kepala SMP IP Baru Mulai Awal 2018

Bapak Heriyanta (kiri) mendampingi Achmad Siddicq (kanan) pada perkenalan resmi perdananya
Tertanggal 26 Desember 2017, hari selasa pagi-pagi hari beberapa guru tetap datang ke Sekolah walaupun masih pada masa liburan semester ganjil. Hari ini memang dijadwalkan merapatkan pembagian jadwal guru pada semester depan sekaligus pemantapan untuk menjalani pembelajaran untuk mempersiapkan UNBK untuk siswa kelas 9. Kemudian setelah rapat rutin selesai dilakukan dan perwakilan dari yayasan sudah datang maka prosesi sertijab pun dimulai. Sebenarnya ketua Yayasan Muhammad Idris, Bapak Temu Panggih Raharjo tidak bisa datang karena sedang ada kegiatan di lain tempat. Kemudian terus digantikan Gus Ahmad Muhaimin sebagai perwakilan yayasan yang melantik dan memberikan SK kepada kepala yang baru, Achmad Siddicq.
Keputusan pengangkatan Achmad Siddicq sebagai kepala SMP IP yang baru diputuskan pada Sabtu pagi pukul 16 Desember 2017 di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien. Sebenarnya kepala sekolah terpilih adalah calon tunggal yang tersedia dari semua pengajuan calon kepala yang diusulkan. Karena ada yang mengusulkan wakil kepala sekolah sebelumnya namun baru memiliki anak berusia 2 bulan kala itu, dan beliau merasa kerepotan. ada juga yang diambil dari guru atau wakil kepala sekolah dari SDIT Samawi (satu yayasan Muhammad Idris) namun bapak kepala SDIT Samawi tidak menyetujuinya dengan berbagai alasan. akhirnya tidak ada pilihan lain kecuali pemuda yang baru saja lulus 15 November 2017 lalu.
Terbilang masih sangat baru di dunia pendidikan formal, kepala sekolah baru ini haruslah banyak belajar demi meningkatkan layanan pendidikan di SMP Islam Prestasi Al Mubtadi-ien. "Saya akan membangun SMP IP menjadi sekolah lebih berprestasi lagi dengan berbasiskan Islam Inklusi" kata Achmad Siddicq dalam rapat koordinasi perdananya.
Bapak Heriyanta (kiri) menyerahkan SK ke Yayasan diwakili oleh Gus Ahmad Muhaimin

Gus Achmad Siddicq (kiri) menerima SK kepala sekolah dari pihak yayasan diwakili oleh Gus Ahmad Muhaimin (kanan)

Share:

Minggu, 01 Mei 2016

SMP ISLAM PRESTASI juara umum kejuaraan Tarung Derajat lagi tahun ini...

"Kombinasi serangan..!!"
"Tendangan atas, pukulan beruntun..!!"
"Defense..defense..!! Maju terus, serang terus..!! Jangan mundur..!!"

Suara riuh supporter, pelatih dan sesama petarung di kejuaraan beladiri Tarung Derajat se Kabupaten Bantul siang ini tanggal 1 mei 2016.

Sesuai target dari pelatih utama Tarung Derajat di SMPIP, Kang Didik, tahun ini SMPIP kembali menjadi juara umum dengan total 9 piala, 4 emas, 3 perak dan 2 perunggu.
Bahkan ada dua petarung SMPIP yang mendapat perhatian khusus dari Kang Dedi ketua Tarung Derajat Provinsi DIY, yaitu Musafir dan Sri. Musafir yang berasal dari flores berhasil meraih emas dengan mengkombinasi berbagai tendangan dan pukulan yang memukau penonton. Begitu juga dengan Sri yang bertarung dengan berani dan all out. Diharapkan keduanya nanti bisa maju ke tingkat provinsi hingga nasional.


Juara lainnya adalah Fia & Febi (emas), Farhan & Risky (perak), serta Mahendra (perunggu). Diharapkan prestasi ini bisa menjadi motivasi untuk siswa lainnya dan juga untuk siapa saja yang ingin bergabung bersama SMP Islam Prestasi dan menjadi juara-juara selanjutnya...


Share:

Rabu, 02 Maret 2016

INFO PENERIMAAN SISWA BARU SMP ISLAM PRESTASI 2016



 SIAP BERGABUNG DENGAN SEKOLAH KEREN DENGAN KURIKULUM ISTIMEWA YANG SUDAH MENCETAK JUARA DI BERBAGAI BIDANG HINGGA TINGKAT NASIONAL & INTERNASIONAL,???

 

Pendaftaran Siswa Baru SMP Islam Prestasi Almubtadi-ien tahun 2016 sudah dibuka,
Catat tanggalnya ya:
PERIODE 1 : 10 FEBRUARI - 10 APRIL 2016
PERIODE 2 : 20 APRIL - 20 JUNI 2016

Persyaratan pendaftaran  :
-Mengisi Formulir Pendaftaran
-Mengumpulkan Pas Foto 3x4 (3 lembar)
-Mengumpulkan SKHUN & Ijazah bila sudah ada/ bisa menyusul (Asli dan Ftkopi 3 lembar)
-Mengumpulkan Fotokopi Akte Lahir, Kartu Keluarga dan KTP Orang tua (3 lembar)
-Mengumpulkan KPS (Kartu Perlindungan Sosial) bagi keluarga tidak mampu untuk diusulkan beasiswa


Biaya Pendaftaran Siswa Baru:
-Biaya Administrasi pendaftaran                                                                       50.000
-Biaya Kegiatan Sekolah 1 semester                                                               200.000
-Biaya pembelian LKS & buku penunjang                                                     125.000
-Biaya pembelian Seragam:
         1. Seragam biru putih                     105.000
         2. Seragam Batik                            105.000
         3. Seragam Olahraga                      125.000
         4. Ikat Pinggang dan Dasi                15.000
         5. Peci / jilbab                                  40.000
         6. Bet & identitas sekolah                  5.000
                             Total biaya seragam                                                            395.000
-Sampul Rapor                                                                                                  30.000
TOTAL BIAYA                                                                                                       800.000

Ditambah sumbangan pembangunan sekolah minimal 1.000.000 (satu juta)